Posted by: hendromuntarjo | January 17, 2008

Pengendalian JAP pada tanaman karet

Karet merupakan komoditas ekspor utama Sumatera Barat, dan sebagian besar dihasilkan oleh perkebunan rakyat. Jamur akar putih (JAP) menjadi penyakit utama tanaman karet yang dapat mengakibatkan penurunan produksi 20-60%. Tahun 1997 tercatat luas serangan 5.090 ha dengan nilai kerugian Rp 3,8 millyar. Cendawan Trichoderma koningii (TK) bersifat antagonis dengan JAP mampu bertahan lama di alam

Pengendalian JAP menggunakan TK dapat mengembalikan produksi secara normal, tidak mencemari lingkungan, cara aplikasi murah dan tidak mencemari lingkungan. Teknis pelaksanaan pengendalian dilakukan dengan urutan berupa: deteksi serangan JAP pada tanaman karet, perbanyakan TK untuk pengendalian, aplikasi TK kepertanaman, dan evaluasi terhadap hasil aplikasi

Teknis pelaksanaan

Mendeteksi serangan JAP pada tanaman karet

  • Menutup pangkal batang tanaman dengan mulsa pada awal musim hujan atau akhir musim hujan

  • Lakukan pengamatan 2-3 minggu setelah pemberian mulsa

  • Tanaman yang terserang JAP akan terlihat ada miselia berwarna putih yang menempel pada pangkal akar

Perbanyakan TK

  • Menggunakan media dedak pupuk dengan perbandingan 4:1

  • Bahan dikemas dalam kantong plastik dan dikukus selama 2 jam

  • Setelah dikukus dihamparkan pada rak-rak kayu yang telah disiapkan dan ditutup dengan plastik untuk menghindari kontaminasi

  • Setelah dingin, tutup plastik dibuka sedikit ditambahkan 10 gram belerang untuk 10 kg media

  • Tutup kembali plastik, media sudah ditumbuhi TK 3 hari kemudian

 

Aplikasi TK ke lapangan

  • Bersihkan tanah sekitar pangkal akar dengan radius 50-70 cm

  • Taburkan jamur TK dengan dosis 100 g/pohon (tanaman berumur <4 tahun) dan 200 g/pohon (tanam berumur >4 tahun)

  • Penaburan pada pagi hari sebelum pukul 10.00 WIB dan sore hari sesudah pukul 16.00 WIB, pelaksanaannya pada musim hujan

  • Setelah penaburan TK, ditutup dengan tanah

  • Setelah aplikasi, tanaman dipupuk dengan 200 g NPK/pohon

  • Tanaman yang terserang berat tidak dapat dikendalikan dengan TK tapi langsung dibongkar dan dibakar serta diberi parit isolasi

Evaluasi

  • Lakukan pengamatan pada tanaman 3 bulan setelah aplikasi

  • Untuk memudahkan pengamatan dilakukan pemulsaan ulang selama 2-3 minggu

  • Bila misellia yang menempel pada akar berwarna putih telah hilang, penyembuhan telah terjadi

Sumber : balai pengkajian teknologi pertanian sum-bar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: